(Salah) Tanya Jalan ke Orang Jepang

Kemarin, gue dapet amanah dari cak Dian buat nukarin duit dari Rupiah ke Pounds maklum orang kaya. Hari itu gue berangkat naik taksi angry bird dari kantor gue di daerah Mampang ke daerah Kemang.

Ditemani girimis, gue menanti sebuah taksi di pinggir jalan, dari sekian taksi yang coba gue cegat, tampak melambaikan tangannya, menolak untuk memberikan tumpangan kepada gue, padahal tampang gue gak ada tampang begal sama sekali. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya gue mendapat taksi juga.

Perjalanan-pun di mulai.

Seperti biasa, Kemang adalah sebuah tempat yang sangat-sangat mengenaskan, jelas macet. Menurut gue macetnya daerang Kemang ini gak lepas dari sak enak udele dewepara tukang parkir/security yang membantu orang untuk keluar dari sebuah gedung, terlebih jalan di Kemang itu juga cukup sempit.

Tiba-tiba di tengah jalan handphone gue mati, sementara gue nggak tau letak money changer, gue cuma tau kalau tempatnya ada di The Mansion Kemang, dan gue juga belum pernah ke The Mansion ini. Akhirnya karena takut kebablasan, dan ribet kalau musti muter balik di jalan yang sempit ini, gue memutuskan untuk tanya sama seseorang.

Tampak seorang ibu-ibu yang mungkin berumur sekitar 35 tahunan, berpakaian ala kadarnya layaknya orang biasa pokoknya. Sebenernya dari raut mukanya gue tau kalau itu bukan orang Indonesia (asli), gue ngiranya dia adalah orang Indonesia tapi keturunan Tionghoa.

Tapi tebakan gue ternyata salah total, dia ternyata orang Jepang.

“Maaf bu, The Mansion Kemang mana ya?”, tanya gue.

“The Mansion? itu kiri”, jawabnya dengan logat Jepang, tampak dia hanya sedikit tau bahasa Indonesia.

“Thank you”, jawab gue dengan Bahasa Inggris sembari tersenyum.

Setelah taksi jalan, pak supir ini ketawa terbahak-bahak sambil bilang ke Gue. “Lha ternyata orang jepang, hahaha, untung dia paham maksudnya.”

Dari petunjuk itu, gue berharap gue gak nyasar, lha kok ndilalah, mungkin bule Jepang itu nggak tau mana kanan dan kiri, malah gue nyasar. Setelah gue tanya lagi sama security di sekitar situ, justru ternyata lokasi gue yang gue cari ada di sebrang jalan dimana gue tanya bule Jepang tadi.

Yah yang tau daerang kemang tau sendiri lah, berarti gue harus muter balik lagi, dan muternya itu jauh dan macet lagi man!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *